Thursday, May 2, 2013

Seribu Satu Manfaat Daun Kelor

Salah satu pohon yang paling ingin saya tanam di pekarangan rumah adalah pohon kelor. mengapa?

Kelor merupakan salah satu tumbuhan yang paling akrab dengan kita. Tanaman bernama latin Moringa Oleifera ini memang mudah tumbuh sehingga tak jarang para ibu menanamnya di halaman rumah. Tumbuhan dengan daun berukuran kecil ini bisa mencapai ketinggian 6 sampai 11 meter. Kabarnya semua bagian kelor ini bisa diolah dan memiliki khasiat bagi kesehatan. Mulai dari batang, biji, daun, bahkan akar. Semuanya memiliki manfaat yang beragam. Tapi tahukah Anda bahwa bagian yang paling banyak memiliki manfaat dari kelor adalah daun?

Kelor merupakan jenis tanaman sayuran yang mudah tumbuh di daerah tropis. Perawatannya pun tidak membutuhkan perhatian khusus layaknya tumbuhan lainnya. Kedua hal ini yang membuat kelor mudah dijumpai di mana-mana terutama di pekarangan rumah penduduk. Daun kelor pada mulanya hanya dikenal sebagai bahan sayuran pelengkap makanan. Namun, penelitian beberapa ahli gizi membuka mata banyak orang. Secara klinis, manfaat daun kelor cukup beragam khususnya bagi kesehatan manusia.

Tanaman Kaya Manfaat

Dahulu, manfaat utama daun kelor tentu sebagai sayuran pendamping makanan utama. Sedangkan dewasa ini, daun kelor tak hanya dimanfaatkan sebagai santapan saja, melainkan juga sebagai bahan obat. Oleh peneliti asing, pohon kelor dijuluki “Miracle tree” oleh karena kandungan gizi di dalam daunnya cukup lengkap dibadingkan jenis tanaman sayuran lainnya.

Secara umum, daun kelor atau Moringa Oleifera mengandung berbagai mineral juga sejumlah vitamin termasuk vitamin A. Takaran nutrisinya sekitar 3390 SI vitamin A per 100 gram daun. Zat lain yang dikandungnya berupa arginin, leusin, metionin, valin, pterigosperm dan masih banyak lagi senyawa lainnya. Kayanya kandungan kelor membuat tumbuhan yang satu ini ampuh mengobati beragam penyakit. Jadi tidak heran jika banyak produsen obat herbal yang mejadikannya bahan baku andalan.

Sayuran yang Nikmar dan Berkhasiat


Tentu semua orang mengetahui bahwa daun kelor bisa diolah menjadi menu sayuran pendamping makanan pokok kita. Bahkan ini merupakan kegunaan utama daun kelor. Di Indonesia khususnya, daun kelor biasanya diolah menjadi sayur bening maupun sayur bobor. Di daerah tertentu seperti Manado dan Palopo Sulawesi Selatan, daun kelor bisa diolah menjadi pelengkap jenis kuliner bubur. Rasanya tak hanya nikmat tapi juga menyehatkan.

Selain berguna sebagai sayur pendamping lauk, daun kelor ternyata memiliki beragam khasiat bagi kesehatan. Kabarnya kandungan gizi yang ada dalam daun kelor tidak main-main. Bahkan beberapa ilmuan menjulukinya “Pohon Ajaib”. Dengan menyantap daun kelor secara teratur, akan membantu memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, daun kelor juga mengandung asam amino esensial yang cukup lengkap. Tak berhenti sampai di situ, ternyata daun kelor juga mengandung kalsium yang cukup tinggi.

Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan

Zat semacam Valin, secara empiris berfungsi untuk mengurangi gangguan pada saraf otot, mengobati insomnia, mempengaruhi keadaan emosional serta mental. Sementara itu senyawa metionin pada daun kelor juga ampuh menyerap lemak serta kolesterol jahat dalam darah. Metionin secara tidak langsung juga berfungsi memelihara kesehatan hati. Oleh sebab itu, konsumsi daun kelor bermanfaat menurunkan berat badan sembari memelihara kesehatan hati.

Manfaat daun kelor lainnya adalah mengobati penyakit seperti kurap atau herpes serta luka yang telah bernanah. Caranya cukup sederhana. Tumbuk daun kelor sampai halus kemudian langsung balurkan pada luka/kurap secara merata. Penyakit lainnya yang bisa diatasi dengan daun kelor adalah epilepsi, sariawan, sembelit, lemah letih lesu, sakit kuning, pagal linu bahkan rematik. Untuk sederet penyakit ini, cukup rebus akar daun kira-kira dua ruas ibu jari dalam 2 gelas air. Panaskan hingga air susut menjadi satu takaran gelas. Minumlah ramuan tersebut dua kali sehari. Dosisnya cukup seperdua gelas saja sekali minum.

Daun kelor kini banyak dikembangkan dalam dunia pengobatan khususnya jenis herbal. Jika Anda menghendaki manfaat daun kelor namun tidak ingin dibuat repot, bisa langsung membeli kapsul ekstrak daun kelor. Harganya cukup murah dan tentu khasiatnya sama dengan daun kelor yang biasa Anda petik dari pohonnya. Kapsul daun kelor sendiri bisa didapatkan dengan mudah di toko herbal terdekat dari kota Anda. Selamat mencoba.

Kaya Vitamin A dan C


Jika selama ini Anda beranggapan bahwa vitamin A paling banyak di sayuran wortel dan kandungan Vitamin C paling tinggi ada di buah jeruk, maka siap-siaplah terkejut. Sebab penelitian terbaru mengungkap fakta bahwa justru kelor lah yang juara dalam hal jumlah kandungan vitamin A dan C. Vitamin A bermanfaat bagi kesehatan mata sedangkan vitamin C sangat baik untuk memelihara kondisi tubuh. Dengan mengkonsumsi daun kelor, kebutuhan tubuh akan vitamin A dan C terpenuhi. Poin tambahannya adalah bahwa kelor jauh lebih murah dan mudah didapatkan daripada wortel dan jeruk. Tidak heran jika di Afrika, salah satu kegunaan daun kelor adalah untuk memerangi gizi buruk. Biaya murah dan mudah didapatkan!

Lawan Penyakit Dengan Kelor

Berdasarkan riset ilmiah, daun kelor memiliki kandungan gizi yang lengkap. Mulai dari kalsium, mineral, asam amino dan tentu vitamin. Hal ini menjadikan kelor sangat baik untuk mencegah bahkan melawan penyakit tertentu. Daun kelor bisa berfungsi sebagai anti inflamasi sebab kandungan kalsium serta fosfornya cukup tinggi. Manfaat lain dari kelor adalah mengatasi rasa nyeri serta letih. Kandungan senyawa bernama pterigospermin yang ada dalam daun kelor mampu merangsang kulit dan menghangatkannya. Tidak heran jika leluhur kita dahulu kala mengobati memar atau nyeri dengan cara melumat daun kelor yang kemudian dibalurkan pada titik nyeri. Kelor bisa mengurangi rasa sakit karena ia juga bersifat analgetik.


Kegunaan daun kelor lainnya adalah menurunkan kolesterol yang merupakan biang penyakit. Berdasarkan riset, daun kelor memiliki senyawa tertentu yang dapat mereduksi kandungan lemak dalam darah. Hal ini sama seperti yang kita jumpai dalam obat atenolol.

Teh dan Kapsul Daun Kelor

Beragam kegunaan daun kelor serta informasi nutrisi yang kaya di dalamnya membuat banyak orang mulai melirik daun kelor. Dalam dunia keehatan, kini mulai dikenal adanya teh herbal yang dibuat dari campuran daun kelor dan daun teh. Tak hanya berupa teh, khasiat daun kelor kini bisa didapatkan dengan mengkonsumsi kapsul yang berisi ekstrak daun kelor Produk ini bisa Anda dapati di toko-toko tertentu. Bagi Anda yang menyukai hal praktis, kapsul tersebut tentu menjadi pilihan yang cerdas.

Sumber: perlutahu.org

Wednesday, April 17, 2013

10 Hal Basi Banget Yang Selalu Ada Di Sinetron

Sinetron Indonesia memang tak ada matinya. Hampir setiap jam kita bisa menemukan sinetron di tv. Banyak ceritanya yg niru dari film luar, di adopsi jadi sinetron atau FTV tapi bukannya makin bagus malah tambah norak dan menggurui plus gampang banget di tebak endingnya. Itulah suguhan hiburan yang kadang mau ga mau harus kita lihat berparade di layar tv kita.

Dalam adegan sinetron atau FTV hampir selalu kita melihat adegan basi seperti ini:
  1. Tokoh baik akan di tindas abis-abisan sama pemeran antagonis. biarpun udah dijahatin sejadi-jadinya dia hanya memasang tampang memelas, memaafkan lalu tanpa curiga membiarkan dirinya di jahatin lagi oleh orang yang sama berulang-ulang.
  2. Setelah di jahatin tokoh antagonis, biasanya tokoh baik akan lari ke kamar, meluk bantal lalu menangis, kemudian sembahyang sambil menangis.
  3. Tokoh antagonis biasanya orang kaya, cantik /ganteng serta berpenampilan sexy. (padahal d kehidupan nyata banyak juga orang yang berpakaian tertutup tertangkap sebagai penjahat)
  4. Adegan saat seseorang yang di cari-cari sudah dekat banget atau bahkan sebelahan tapi yang nyari malah cuma melihat ke 1 arah, atau ketutupan bajai, becak, angkot Pas udah lewat baru deh dia mutar-mutar kepalanya 180 derajat. Basi.
  5. Saat sedang sendiri tokohnya akan ngomong sendiri atau ngomong dalam hati tapi ada suaranya. Padahal tanpa itupun penonton udah ngerti banget arah ceritanya mau kemana 
  6. Selalu ada adegan marahan sambil adu mulut dengan dialog yang banyak banget, tidak mendidik dan ga pantas di tonton anak kecil.
  7. Adegan menyiram air minum ke wajah pacar yang kedapatan selingkuh atau saat adu mulut udah makin sengit. biasanya ini terjadi di kafe atau restoran.
  8. Adegan orang yang menghentikan sebuah pernikahan. Biasanya ketika penghulu bertanya pada para saksi, "Sah para saksi?", tiba tiba ada tokoh lain yang berteriak "Tunggu!" Untuk menggagalkan pernikahan (wkwkw)
  9. Adegan sedih saat seorang cewek atau cowok sedang ditimpa kemalangan, trus lari keluar rumah (Biasanya turun hujan sampe basah-basahan, biar dikira melas kali ya?)
  10. Adegan tokoh utama cowok yang dengan mudahnya bisa menang jika berkelahi dengan penjahat walaupun dikeroyok (Padahal di awal cerita tak ada adegan si tokoh utama cowok belajar pencak silat)
Segitu dulu deh, yang mau nambahin silakan..

Waspadai Obat-obat Tradisional Menyesatkan

Gembar-gembor penggunaan obat herbal di klinik Traditional Chinese Medicine (TCM) rupanya cuma pemanis bibir belaka. Setidaknya itu yang terjadi pada Klinik TCM Harapan Baru. Dalam pemberian obat, klinik yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 4, Medan, itu sangat tertutup. Belakangan diketahui TCM itu menggunakan obat kimia yang sangat berbahaya.

Majalah Tempo edisi terbaru, 4 Februari 2013, mengangkat laporan investigasi soal janji palsu klinik-klinik TCM.Menjanjikan pengobatan herbal, klinik-klinik TCM justru secara ilegal menginfus pasien dengan obat-obatan kimia, hingga menggunakan zat kemoterapi beracun, bahkan steroid.

Di TCM Harapan Baru, resep yang diberikan pada pasien selalu dalam bahasa Cina. Akibatnya, pasien tak pernah tahu obat apa yang masuk ke tubuh mereka. Saat ditanya melalui penerjemah, sinse hanya mengatakan itu obat kanker dan khasiatnya bagus.

Kalaupun bisa diterjemahkan--seperti yang dicoba dilakukanTempo--hasil akhirnya sama saja: bingung. Soalnya, obat-obatannya ternyata ditulis dalam bentuk kode huruf dan angka: MR1, MR2, C01, C02, dan seterusnya. Penerjemah di Cina yang mengalihbahasakan salah satu catatan status pasien Du Bin ke bahasa Inggris, Januari lalu, berhenti pada bagian resep. “Ini tidak perlu diterjemahkan. Isinya cuma angka-angka dan huruf tak penting,” tulisnya dalam e-mail.

Kesaksian soal pemberian infus dan obat-obatan modern juga diberikan oleh Dela--sebut saja begitu--mantan perawat di TCM Harapan Baru Medan. Dia bercerita, pada hari pertama bekerja, ia langsung diperintahkan menginfus delapan pasien. “Kami hanya menjalankan advice. Misalnya ada obat Hua Chansu dimasukkan ke NaCl 250 cc. Ketika aku bertanya ke Du Bin obat itu fungsinya apa, dia suka nutup-nutupin,” ujarnya.

Setiap pasien diberi sedikitnya empat botol infus. Misalnya satu botol 500 cc berisi vitamin C dan B, dicampur berbagai obat--kadang sampai 12 ampul untuk satu botol infus. Jika obatnya banyak, dipakai cairan infus 250 cc. Sebagian besar ampul, kata Dela, tertulis dalam bahasa Cina dan tidak ada registrasi BPOM. Dia mengaku sering menginfuskan Carboplatin. “Perawat-perawat sebelumnya menyebut itu obat kemo herbal.”

Dan, astaga, apa pun keluhannya--kanker rahim, payudara, usus, dan paru-paru--obatnya itu-itu juga. Diputar-putar. Para perawat juga sering disuruh memotong jaringan mati sel kanker di tubuh pasien dan merawat luka, yang seharusnya pekerjaan dokter.

Dari salah seorang mantan pegawai Harapan Baru, Tempomendapatkan satu paket obat-obatan untuk infus. Isinya 19 jenis dalam bentuk cairan di ampul dan bubuk pada botol kecil. Semuanya tanpa registrasi BPOM, 14 berlabelkan huruf Cina. Ramadhan, dokter spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, mengenali dua di antaranya sebagai obat-obatan terapi kemo, yakni Cisplatin dan Carboplatin.

Lalu ada Cinobufutalin. Ramadhan mula-mula tak mengenali ekstrak kulit katak beracun ini. Setelah melakukan penelusuran di Internet, dia terkejut. Ternyata itu sejenis cardiotonicatau tonik jantung. Berfungsi sebagai steroid, obat ini memiliki efek painkiller 200 kali melebihi morfin.

Barangkali inilah penjelasannya mengapa para pasien yang pertama kali diinfus di Harapan Baru langsung tak merasa sakit dan seolah-olah sembuh. “Memang dalam pengobatan kanker, semisal untuk kemo, disyaratkan pasien sefit mungkin. Tapi bukan dengan cara diberi obat steroid,” ucap Ramadhan sambil menggelengkan kepala.

Sumber: tempo.co