Monday, November 14, 2011

Penyebab Amenore (Tidak Menstruasi)

Amenore adalah tidak terjadinya menstruasi. Jika menstruasi tidak pernah terjadi maka disebut amenore primer, jika menstruasi pernah terjadi tetapi kemudian berhenti selama 6 bulan atau lebih maka disebut amenore sekunder.

Amenore yang normal hanya terjadi sebelum masa pubertas, selama kehamilan, selama menyusui dan setelah menopause.

PENYEBAB

Amenore bisa terjadi akibat kelainan di otak, kelenjar hipofisa, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ovarium (indung telur) maupun bagian dari sistem reproduksi lainnya.

Dalam keadaan normal, hipotalamus (bagian dari otak yang terletak diatas kelenjar hipofisa) mengirimkan sinyal kepada kelenjar hipofisa untuk melepaskan hormon-hormon yang merangsang dilepaskannya sel telur oleh ovarium. Pada penyekit tertentu, pembentukan hormon hipofisa yang abnormal bisa menyebabkan terhambatnya pelepasan sel telur dan terganggunya serangkaian proses hormonal yang terlibat dalam terjadinya menstruasi.

Penyebab amenore primer:
  1. Tertundanya menarke (menstruasi pertama)
  2. Kelainan bawaan pada sistem kelamin (misalnya tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina, serviks yang sempit, lubang pada selaput yang menutupi vagina terlalu sempit/himen imperforata)
  3. Penurunan berat badan yang drastis (akibat kemiskinan, diet berlebihan, anoreksia nervosa, bulimia, dan lain lain)
  4. Kelainan bawaan pada sistem kelamin
  5. Kelainan kromosom (misalnya sindroma Turner atau sindroma Swyer) dimana sel hanya mengandung 1 kromosom X)
  6. Obesitas yang ekstrim
  7. Hipoglikemia
  8. Disgenesis gonad
  9. Hipogonadisme hipogonadotropik
  10. Sindroma feminisasi testis
  11. Hermafrodit sejati
  12. Penyakit menahun
  13. Kekurangan gizi
  14. Penyakit Cushing
  15. Fibrosis kistik
  16. Penyakit jantung bawaan (sianotik)
  17. Kraniofaringioma, tumor ovarium, tumor adrenal
  18. Hipotiroidisme
  19. Sindroma adrenogenital
  20. Sindroma Prader-Willi
  21. Penyakit ovarium polikista
  22. Hiperplasia adrenal kongenital 
Penyebab amenore sekunder:
  1. Kehamilan
  2. Kecemasan akan kehamilan
  3. Penurunan berat badan yang drastis
  4. Olah raga yang berlebihan
  5. Lemak tubuh kurang dari 15-17%extreme
  6. Mengkonsumsi hormon tambahan
  7. Obesitas
  8. Stres emosional
  9. Menopause
  10. Kelainan endokrin (misalnya sindroma Cushing yang menghasilkan sejumlah besar hormon kortisol oleh kelenjar adrenal)
  11. Obat-obatan (misalnya busulfan, klorambusil, siklofosfamid, pil KB, fenotiazid)
  12. Prosedur dilatasi dan kuretase
  13. Kelainan pada rahim, seperti mola hidatidosa (tumor plasenta) dan sindrom Asherman (pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat infeksi atau pembedahan).
GEJALA

Gejalanya bervariasi, tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah kegagalan mengalami pubertas, maka tidak akan ditemukan tanda-tanda pubertas seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut kemaluan dan rambut ketiak sert perubahan bentuk tubuh.

Jika penyebabnya adalah kehamilan, akan ditemukan morning sickness dan pembesaran perut. Jika penyebabnya adalah kadar hormon tiroid yang tinggi maka gejalanya adalah denyut jantung yang cepat, kecemasan, kulit yang hangat dan lembab.

Sindroma Cushing menyebabkan wajah bulat (moon face), perut buncit dan lengan serta tungkai yang kurus. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada amenore:
  • Sakit kepala
  • Galaktore (pembentukan air susu pada wanita yang tidak hamil dan tidak sedang menyusui)
  • Gangguan penglihatan (pada tumor hipofisa)
  • Penurunan atau penambahan berat badan yang berarti
  • Vagina yang kering
  • Hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan, yang mengikuti pola pria), perubahan suara dan perubahan ukuran payudara 
DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan usia penderita. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
  • Biopsi endometrium
  • Progestin withdrawal
  • Kadar prolaktin
  • Kadar hormon (misalnya testosteron)
  • Tes fungsi tiroid
  • Tes kehamilan
  • Kadar FSH (follicle stimulating hormone)< LH (luteinizing hormone), TSH (thyroid stimulating hormone)
  • Kariotipe untuk mengetahui adanya kelainan kromosom
  • CT scan kepala (jika diduga ada tumor hipofisa). 
PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah penurunan berat badan yang drastis atau obesitas, penderita dianjurkan untuk menjalani diet yang tepat. Jika penyebabnya adalah olah raga yang berlebihan, penderita dianjurkan untuk menguranginya.

Jika seorang anak perempuan belum pernah mengalami menstruasi dan semua hasil pemeriksaan normal, maka dilakukan pemeriksaan setiap 3-6 bulan untuk memantau perkembangan pubertasnya. Untuk merangsang menstruasi bisa diberikan progesteron. Untuk merangsang perubahan pubertas pada anak perempuan yang payudaranya belum membesar atau rambut kemaluan dan ketiaknya belum tumbuh, bisa diberikan estrogen.

Jika penyebabnya adalah tumor, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tesebut.

Tumor hipofisa yang terletak di dalam otak biasanya diobati dengan bromokriptin untuk mencegah pelepasan prolaktin yang berlebihan oleh tumor ini. Bila perlu bisa dilakukan pengangkatan tumor. Terapi penyinaran biasanya baru dilakukan jika pemberian obat ataupun pembedahan tidak berhasil.

Sumber : www.spesialis.info

Hasil Diagnosa Masalah Ovulasi

Pada wanita, penyebab umum pada kemandulan adalah masalah ovulasi-dimana, ovarium tidak dapat melepaskan sel telur setiap bulan. Masalah ovulasi terjadi ketika salah satu bagian pada sistem yang mengendalikan fungsi reproduksi yang tidak berfungsi. Sistem ini termasuk hypothalamus (daerah pada otak), kelenjar pituitary, kelenjar adrenalin, kelenjar tiroid, dan organ kelamin. Misalnya, ovarium tidak bisa menghasilkan cukup progesterone, hormon pria yang menyebabkan lapisan rahim menebal untuk mempersiapkan janin yang berpotensi. Ovulasi bisa tidak terjadi karena hypothalamus tidak mengeluarkan gonadotropin - pelepasan hormon, yang merangsang kelenjar pituitary untuk menghasilkan hormon yang bisa memicu ovulasi (hormon luteinizing dan hormon perangsang-folikel). Prolactin dengan kadar tinggi (hyperprolactinemia), yang hampir selalu bersifat bukan kanker. Masalah ovulasi kemungkinan berhubungan dengan polycystic ovary syndrome, gangguan kelenjar tiroid, gangguan kelenjar adrenalin, olahraga berlebihan, diabetes, kehilangan berat badan, atau stress psikologi. Kadangkala penyebabnya adalah menopause dini- ketika suplai sel telur telah lebih dulu habis.

Ovulasi seringkali menjadi masalah pada wanita yang memiliki periode haid yang tidak teratur atau tidak memiliki periode (amenorrhea). Hal ini kadangkala menjadi masalah wanita yang memiliki periode menstruasi yang teratur tetapi tidak memiliki gejala premenstruasi, seperti payudara yang lembut sekali, bagian perut bawah yang bengkak, dan perubahan mood.

DIAGNOSA

Untuk memastikan jika atau ketika ovulasi terjadi, dokter bisa meminta seorang wanita untuk mengukur suhu ketika tidur (suhu badan basal) setiap hari. Biasanya, waktu yang paling tepat adalah segera setelah bangun. Titik rendah suhu tubuh basal memperkirakan bahwa ovulasi kira-kira terjadi. Kenaikan lebih dari 0.9 º F (0.5 ºC) pada suhu biasanya mengindikasikan bahwa ovulasi telah terjadi. Meskipun begitu, suhu tubuh basal tidak jelas atau tepat terindikasi ketika ovulasi terjadi. Yang paling baik, memprediksi ovulasi hanya dalam waktu 2 hari. Cara yang paling tepat termasuk alat prediksi ultrasonografi (yang mendeteksi peningkatan hormon luteinizing di dalam urin 24 sampai 36 jam sebelum ovulasi). Alat ini digunakan di rumah untuk menguji urin dalam beberapa hari berturut-turut. Juga, kadar progesterone di dalam darah atau kelenjar ludah atau kadar hasil sampingan salah satunya di dalam urin kemungkinan diukur. Tanda peningkatan dalam tingkat ini mengindikasi bahwa ovulasi telah terjadi.

Untuk memastikan apakah ovulasi terjadi secara normal, dokter bisa melakukan biopsi endometrial. Contoh kecil jaringan diambil dari lapisan rahim 10 sampai 12 hari setelah ovulasi dianggap telah terjadi. Contoh tersebut diteliti di bawah mikroskop. Jika perubahan yang terjadi secara normal setelah ovulasi terlihat, ovulasi terjadi secara normal. Jika perubahan normal tampak tertunda, masalahnya kemungkinan produksi yang tidak mencukupi atau ketidakaktifan pada progesterone.

PENGOBATAN

Obat untuk memicu ovulasi kemungkinan digunakan. Obat utama dipilih berdasarkan masalah yang spesifik. Jika ovulasi tidak terjadi dalam jangka waktu lama, clomiphene dengan medroxyprogesteron biasanya diberikan. Pertama, wanita tersebut menggunakan medroxyprogesteron, biasanya diminum, untuk memicu periode menstruasi. Kemudian dia minum clomiphene. Biasanya, dia berovulasi 5 sampai 10 hari setelah clomiphene dihentikan dan memiliki periode 14 sampai 16 hari setelah ovulasi. Clomiphene tidak efektif untuk semua penyebab pada masalah ovulasi. Hal ini lebih efektif ketika penyebabnya adalah polycystic ovary syndrome.

Jika seorang wanita tidak memiliki periode setelah pengobatan dengan clomiphene, dia menggunakan tes kehamilan. Jika dia tidak hamil, siklus pengobatan diulang. Dosis tinggi pada clomiphene digunakan dalam setiap siklus sampai ovulasi terjadi atau dosis maksimum tercapai. Ketika dosis yang memicu ovulasi dipastikan, wanita tersebut menggunakan dosis tersebut untuk setidaknya 3 sampai 4 lebih siklus pengobatan. Kebanyakan wanita menjadi hamil melakukan dengan siklus keempat dimana ovulasi terjadi. Sekitar 75 sampai 80 % wanita diobati dengan clomiphene ovulate, tetapi hanya sekitar 40 sampai 50% menjadi hamil. Sekitar 5% pada kehamilan wanita diobati dengan clomiphene melnghasilkan lebih dari satu janin, terutama kembar dua.

Efek samping pada clomiphene termasuk panas di wajah, perut kembung, payudara yang lembut, mual, penglihatan bermasalah, dan sakit kepala. Sekitar 5% wanita diobati dengan clomiphene mengalami ovarian hyperstimulation syndrome. Dalam sindrom ini, ovarium sangat membesar dan cairan dalam jumlah besar memindahkan aliran darah ke dalam perut. Sindrom imi kemungkinan mengancam nyawa. Untuk mencoba mencegah hal itu, dokter meresepkan dosis yang efektif sangat rendah pada clomiphene, dan jika ovarium melebar, mereka menghentikan obat tersebut.

Jika seorang wanita tidak ovulasi atau menjadi hamil selama pengobatan dengan clomiphene, terapi hormon dengan gonadotropin manusia, disuntikkan ke dalam otot atau di bawah kulit, bisa dicoba. Human gonadotropin merangsang folikel pada ovarium untuk matang. Folikel adalah rongga berisi cairan, yang mana setiapnya mengandung telur. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar estrogen dan ultrasonografi bisa mendeteksi ketika folikel matang. Kemudian, wanita tersebut diberikan suntikan hormon yang berbeda,human chorionic gonadotropin, untuk memicu ovulasi. Ketika human gonadotropin digunakan secara tepat, lebih dari 95% wanita terobati pada ovulasi mereka, tetapi hanya 50 sampai 75% menjadi hamil. Sekitar 10 sampai 30% pada kehamilan wanita terobati dengan human gonadotropin meliputi lebih dari satu janin, terutama kembar dua.

Human gonadotropin bisa memiliki efek samping yang kuat, sehingga dokter memantau terus wanita terus selama pengobatan. Sekitar 10 sampai 20 % wanita diobati dengan human gonadotropin mengalami ovarian hyperstimulation syndrome (yang bisa terjadi dengan clomiphene), jika rangsangan berlebihan terjadi (jika ovarium jelas melebar atau jika kadar estrogen meningkat terlalu banyak), dokter tidak memberikan wanita tersebut human chorionic gonadotropin untuk memicu ovulasi. Selin itu Human gonadotropin juga mahal.

Jika hypothalamus tidak mengeluarkan hormon pelepasan-gonadotropin, versi sintetis pada hormon ini, disebut gonadorelin, kemungkinan sangat berguna sekali. Obat ini, seperti hormon alami, merangsang kelenjar pituitary untuk menghasilkan hormon yang memicu ovulasi. Resiko pada ovarian hyperstimulation rendah dengan pengobatan ini, sehingga pemantauan secara dekat tidak diperlukan.

ketika penyebab kemandulam adalah hormon prolactin tingkat tinggi, obat yang paling baik adalah salah satu yang beraksi seperti dopamine, disebut dopamine agonis, seperti bromocriptine atau cabergoline (dopamine adalah pengantar kimia yang umumnya menghalangi produksi prolactin).

Sumber : www.spesialis.info

Friday, November 11, 2011

Paris Hilton Liburan Di Bali

Model, penyanyi yang juga buyut milyuner pendiri hotel Hilton yang mendunia itu melaporkan kalau ia baru saja mendarat di Bali lewat akun twitternya. Tweet singkat itu langsung ramai direspon para followers-nya, terutama Foto Paris Hilton Liburan di Bali dari Indonesia. Paris Hilton diam-diam sudah berada di Bali. Paris membocorkan kedatangannya di Pulau Dewata melalui akun Twitter-nya. Ia mengagumi keindahan pantai Bali yang Foto Paris Hilton Liburan di Bali dianggapnya sebagai surga. Begitu sampai di hotel, Paris langsung merasa nyaman.

Paris tiba di Bali dan transit di Singapura. Dia menulis tweet selama transit di Singapura dari Belanda. Keberadaan Paris di Singapura menjadi trending topic di Negeri Merlion ini. Perempuan yang sempat populer lewat serial televisi reality show The Simple Life ini Foto Paris Hilton Liburan di Bali tidak menyebutkan nama lokasi secara spesifik.Ia hanya mengatakan bahwa ia sedang berada di Singapura dan akan pergi ke sebuah pulau tropis yang cantik.

Tweets Hilton tentang Singapura ternyata berbuah trending topic di negara tetangga Indonesia tersebut. Kedatangan Paris di Bali menambah daftar panjang selebritis yang Foto Paris Hilton Liburan di Bali berlibur ke Bali seperti Nani dan pemain Manchester United lainnya, Richard Gere, Nyonya Clinton, penyanyi Jason Mraz.

Sumber : airwavestar.com