Jika kita sedang menjalani diet dan mau menjalani pola makan dan minum sehat, tentu kita akan lebih selektif dalam memilih asupan yang akan kita konsumsi setiap harinya, agar tidak terjadi penumpukan kalori dalam tubuh yang membuat diet kita berantakan.
Salah satu usaha yang kita lakukan adalah menghindari minuman bersoda. Namun kita pasti pernah melihat iklan minuman bersoda yang diklaim rendah kalori dan membuat konsumen tetap merasa aman, langsing sehat ceria cetar membahana hehehee.
Namun benarkah demikian?
Sebuah
penelitian yang dilakukan di University of Texas meneliti gaya hidup 749
orang Amerika selama 9 tahun terkait dengan kebiasaan konsumsi soda
diet mereka. Secara mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa mereka
yang minum soda diet sekali sehari justru bertambah ukuran lingkar
pinggang mereka setidaknya hingga 5-6 cm.
"Soda diet masih tetap
saja mengandung pemanis dan gula buatan yang bisa menimbulkan timbunan
lemak di pinggang," ujar Dr Sharon Fowler, pemimpin penelitian ini.
"Kami mengaitkannya dengan jenis lemak visceral yang bisa terbentuk
karena konsumsi soda diet. Lemak ini bisa meningkatkan risiko Anda untuk
terkena peningkatan peradangan, risiko penyakit metabolik, diabetes,
serangan jantung, stroke, kanker, dan kematian mendadak."
"Memang
selama ini ada perdebatan apakah soda diet benar-benar sehat untuk diet
Anda atau tidak. Namun kami hanya melaporkan hasil penelitian kami dan
menjelaskan bahwa walaupun bernama soda diet, namun minuman ini tetap
mengandung pemanis yang wajib buatan."
Edited from : Merdeka.com

No comments:
Post a Comment